Home Ekonomi Menkop-UKM: Petani Lahan Sempit Dikelola melalui Sistem Koperasi

Menkop-UKM: Petani Lahan Sempit Dikelola melalui Sistem Koperasi

oleh Gungdewan
Menkop-UKM Teten Masduki mengunjungi Desa Sejahtera Astra (DSA), di Koperasi Serba Usaha (KSU) Gardu Tani Al Barokah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Menkop-UKM Teten Masduki mengunjungi Desa Sejahtera Astra (DSA), di Koperasi Serba Usaha (KSU) Gardu Tani Al Barokah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

FAKTUAL-INDONESIA: Kesejahteraan petani sulit, negara akan sulit mendapatkan suplai pangan yang stabil baik dari kualitas maupun kuantitas.

Untuk itu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki berharap kehadiran korporasi besar dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketika mengunjungi Desa Sejahtera Astra (DSA), di Koperasi Serba Usaha (KSU) Gardu Tani Al Barokah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Menkop-UKM Teten Masduki menyatakan, petani dalam lahan sempit nantinya dikumpulkan dan dikelola melalui sistem koperasi.

Menurut dia, membangun korporatisasi petani dibutuhkan untuk membantu petani perorangan yang berjuang di dalam skala sempit.

Sebagai upaya mendorong korporatisasi pertanian modern, lanjutnya, dapat dilakukan melalui program Digital Smart Farming yang nantinya Kementerian Koperasi dan UKM bersama PT Astra International menginginkan agar lahan pertanian di Al Barokah bertambah dari 200 hektare menjadi 1.000 hektare.

Caranya ialah mengonsolidasikan petani untuk bergabung sehingga luas lahan dibutuhkan bisa tercapai.

Desa Al Barokah merupakan produsen tanaman padi yang dibudidayakan secara alami, bebas dari pestisida beracun dan pupuk kimia sintetis. Produk ini dari Paguyuban Petani Al Barokah yang dibina secara langsung oleh Astra melalui program DSA sejak 2019.

Di momen yang sama, Astra memberikan bantuan sebesar Rp200 juta dan alat digital pertanian senilai Rp100 juta untuk membantu pengembangan produk dan juga mendorong peningkatan kualitas produk dari DSA Al Barokah.

Dengan bantuan teknologi digital smart farming dari Astra, petani disebut dapat melakukan pemantauan secara langsung melalui aplikasi berbasis android terkait kondisi fisika, kimia dan biologi lahan pertanian.

Komponen teknologi ini, antara lain sensor kelembapan, PH tanah, kualitas air, kecepatan angin, kamera hama dan perkembangan tanaman serta bersumber energi dari matahari atau solar panel.

Astra berharap berharap dengan beberapa bantuan ini dan juga dengan bekerja sama dengan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), ke depan pertanian di Desa Al Barokah ini akan lebih maju.

Astra juga akan berkomunikasi dengan dunia internasional untuk memasarkan produk organik dari desa binaannya, salah satunya target pasar negara Timur Tengah. ***

= = = = = = = = =

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

= = = = = = = = =