Ekonomi

Legislator Soroti Peluang Mengangkat Pemangkas Rambut Asgar dan Akar Wangi Garut Go International

Published

on

Wakil Ketua BKSAP DPR RI , Muhammad Husein Fadlulloh Irine Yusiana Roba Putri saat Kunjungan Kerja BKSAP ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). (Foto: dpr)

Wakil Ketua BKSAP DPR RI , Muhammad Husein Fadlulloh Irine Yusiana Roba Putri saat Kunjungan Kerja BKSAP ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). (Foto: dpr)

FAKTUAL INDONESIA: Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri menyoroti program pengiriman pekerja migran terampil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat.

Irene menilai potensi khas Kabupaten Garut merupakan senjata paling ampuh dalam diplomasi luar negeri. Dia mendorong Garut untuk memanfaatkan reputasi historis keahlian pemangkas rambut Asal Garut (Asgar) sebagai komoditas diplomasi tenaga kerja terampil ke Australia.

Kemudian Irene yang Legislator Fraksi PDI-P itu ini juga menyoroti diplomasi kebudayaan melalui komoditas minyak akar wangi yang merupakan bagian dari identitas kebudayaan Indonesia.

“Garut ini terkenal dengan Asgar-nya. Di Australia, keahlian sebagai hairdresser memiliki poin tinggi untuk permanent residence. Australia juga memiliki program visa tahunan yang kuotanya sangat diperebutkan. Ini potensi luar biasa karena keahlian pemangkas rambut asal Garut sudah menjadi budaya dan keahlian spesifik yang tidak bisa dipelajari hanya dalam 1-2 hari,” ujar Irine saat Kunjungan Kerja BKSAP ke Kabupaten Garut, Kamis (6/8/2026).

Menyinggung tentang minyak akar wangi, Irene menyebutkan bahwa minyak atsiri akar wangi bukan sekadar komoditas perdagangan, melainkan bagian dari identitas kebudayaan Indonesia yang dapat didorong melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan di Kementerian Kebudayaan.

Advertisement

“Diplomasi kebudayaan dan kemitraan global ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals(SDGs). Peluang Garut sangat banyak, tinggal bagaimana kita merajut kemitraan ini bersama-sama,” ujar Irine.

Seperti dikutip dari laman dpr, Irine Yusiana menegaskan pentingnya multi-track diplomacy agar kerja sama internasional tidak hanya berhenti di ruang sidang, tetapi memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah. Irine menilai potensi khas Kabupaten Garut merupakan senjata paling ampuh dalam diplomasi luar negeri.

Ada Penambahan Nilai

Sementara itu Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mengemukakan,

BKSAP DPR RI siap memperluas pintu ekspor dan akses kerja sama internasional bagi Kabupaten Garut. Salah satu kerja sama yang bisa dioptimalkan Kabupaten Garut dengan dunia internasional adalah sektor tenaga kerja terampil, khususnya tukang cukur dengan reputasi julukan “Asgar”.

Advertisement

“Kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri sangat terbuka lebar. Garut memiliki keahlian khas pemangkas rambut atau Asgar yang banyak dibutuhkan negara-negara sahabat. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat untuk bekerja di luar negeri, menghasilkan devisa, dan membawa pulang keterampilan baru untuk membangun kampung halamannya,” ujar Muhammad Husein Fadlulloh.

Legislator Fraksi Partai Gerindra itu juga menambahkan bahwa Garut memiliki potensi sumber daya alam dan kerajinan tangan yang sangat besar, mulai dari minyak akar wangi, kopi, kerajinan kulit, hingga batik. Sehingga, ia mendorong agar ada penambahan nilai (added value) dari produk-produk tersebut.

“Jangan hanya mengekspor barang mentah seperti akar wangi, tetapi bagaimana menciptakan industrinya di Garut agar bahan baku diolah menjadi barang jadi, sehingga ada nilai tambah dan pendapatan yang masuk untuk masyarakat Garut,” pungkasnya. ***

Advertisement
Exit mobile version