Ekonomi

IHSG BEI Senin 15 Juni 2026: Terbang 4,12% Dipicu Sentimen Damai AS – Iran, Pertahankan Tren Bullish

Published

on

FAKTUAL INDONESIA: Pasar saham Indonesia mencatatkan performa luar biasa pada pembukaan pekan ini dengan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melonjak tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Keperkasaan IHSG BEI  menyusul angin segar dari meredanya tensi geopolitik global yang memicu aksi beli masif oleh para investor.

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 247,31 poin atau melejit 4,12 persen ke posisi 6.254,97. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,56 poin atau 27,23 persen ke posisi 624,68.

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi IHSG dibuka menguat 111,07 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.118,73. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 13,38 poin atau 2,24 persen ke posisi 601,83.

Advertisement

Sejak bel pembukaan perdagangan dimulai, indeks langsung bergerak agresif di zona hijau tanpa menyentuh area negatif sedikit pun. Bahkan mampu ditutup lebih menguat lagi.

Faktor Utama IHSG “Mengamuk”

Lonjakan luar biasa IHSG hari ini dipicu oleh kombinasi sentimen global yang berbalik positif serta optimisme terhadap stabilitas ekonomi domestik:

  • Sentimen Damai AS-Iran: Pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi booster utama bagi pasar ekuitas global. Risiko konflik yang mereda membuat risk appetite investor kembali membumbung tinggi.
  • Aksi Borong Saham oleh Investor Asing: Meredanya ketidakpastian global memicu aliran modal masuk (capital inflow) yang sangat deras ke pasar saham negara berkembang. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) jumbo pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip).
  • Rupiah yang Perkasa: Penguatan tajam nilai tukar rupiah ke level Rp 17.709 per dolar AS pada hari yang sama turut memberikan rasa aman bagi pelaku pasar, sekaligus meminimalkan risiko kerugian kurs bagi investor internasional.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta seperti dikutip dari liputan6.com, menuturkan, kenaikan IHSG didorong sentimen global. Salah satunya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ada kesepakatan tersebut telah menekan harga minyak dunia sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi global.

“Lebih dominan global. Bursa saham Asia juga mengapresiasi sehingga terjadi euforia di market karena sudah terjadi benar-benar peace deal antara AS dan Iran sehingga Selat Hormuz dibuka kembali. Itu memicu harga minyak turun empat persen, secara psikologis mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan tekanan biaya energi,” katanya.

Sedangkan sentimen domestik, Nafan menilai, pasar mengapresiasi soal regulasi seperti pembatalan skema gross split di sektor minerba. Ia menilai, hal itu memberikan nafas lega di pasar saham. Selain itu, pelaku pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan.

Advertisement

“Antisipasi keputusan BI Rate pekan ini. Stabilitas rupiah dan rupiah menguat memberikan ketenangan psikologis pasar Keuangan di Tanah Air,” ujarnya.

Proyeksi IHSG Selanjutnya

Para analis menilai lonjakan lebih dari 4% dalam sehari merupakan respons euforia pasar yang sangat wajar setelah tekanan geopolitik yang panjang. Untuk perdagangan  Rabu, sedangkan pada Selasa (16/6/2026) perdagangan bursa tutup, IHSG diproyeksikan akan mengalami konsolidasi sehat namun tetap mempertahankan tren bullish kuatnya.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap cermat memanfaatkan momentum ini dengan strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat yang posisinya masih tertinggal (lagging).

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, IHSG ditutup di atas level MA20 dan MACD berlanjut membentuk kenaikan histogram positif. Namun Stochastic RSI berpotensi membentuk Death Cross di area overbought.

Advertisement

“Diperkirakan IHSG pada bergerak pada rentang 6.150-6.400 pada perdagangan Rabu (17/6/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Senin (15/6/2026).

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji di level 6.476-6.577, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.136-6.216.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham ADRO, BKSL, BUMI dan OASA untuk trading, Rabu (17/6/2026).

Pendorong dan Saham Top Gainers

Hampir seluruh sektor sektoral di BEI bergerak menghijau hari ini. Namun, sektor transportasi, logistik, dan keuangan menjadi motor utama penggerak indeks berkat penurunan harga minyak mentah dunia yang meringankan beban operasional emiten.

Advertisement

Beberapa saham blue chip dan penggerak pasar (market movers) seperti sektor perbankan dan teknologi mencatatkan kenaikan volume perdagangan yang signifikan sepanjang sesi.

Seperti dilansir metrotvnews, volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 54,613 miliar lembar saham senilai Rp30,141 triliun. Sebanyak 603 saham menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham lainnya stagnan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 dari 11 sektor saham menguat dengan emiten pada saham-saham industri dasar paling menguat sebesar 7,26 persen. Selanjutnya, sektor keuangan yang naik sebanyak 5,23 persen dan sektor industrial yang bertambah 4,51 persen.

Sementara, hanya saham pada sektor kesehatan yang mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Saham di sektor tersebut melemah 0,67 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (top gainers) yaitu UNVR, BRMS, ACES, KPIG, dan ISAT. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) yakni PGEO, BBCA, AADI, NCKL, dan MBMA.

Advertisement

Di sisi lain, bursa saham regional Asia sore ini menguat. Indeks Nikkei tercatat naik sebanyak 3.297,46 poin atau 4,99 persen ke 69.317,50; indeks Hang Seng juga naik 124,57 poin atau 0,50 persen ke 24.842,67.

Selanjutnya indeks Strait Times yang juga turut menguat sebanyak 51,49 poin atau 1,02 persen ke 5.077,29; dan Shanghai yang bertambah sebanyak 64,96 poin atau 1,61 persen ke 4.096,47. ***

Exit mobile version