Ekonomi

IHSG BEI Selasa 7 Juli 2026: Lompat 1,19% Dekati Level 6.000, Masih Ada Ruang Bullish Berkelanjutan

Published

on

Dengan penguatan hari ini, Selasa (7/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efeak Indonesia (BEI) tinggal selangkah lagi untuk kembali menembus level psikologis penting di 6.000. (AI/Ist)

Dengan penguatan hari ini, Selasa (7/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efeak Indonesia (BEI) tinggal selangkah lagi untuk kembali menembus level psikologis penting di 6.000. (AI/Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efeak Indonesia (BEI) menunjukkan taringnya pada perdagangan hari ini. Sempat bergerak fluktuatif di zona merah pada awal sesi, indeks acuan BEI ini akhirnya sukses melakukan rebound kuat dan ditutup melonjak signifikan pada perdagangan Selasa (7/7/2026) sore.

Berdasarkan data BEI, IHSG dibuka menguat 17,50 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.933,57. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,60 poin atau 0,27 persen ke posisi 586,08.

IHSG tetap betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga pada penutupan pasar, melesat 70,43 poin atau menguat tajam 1,19 persen ke posisi 5.986,50. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,44 poin atau 1,79 persen ke posisi 549,92.

Dengan capaian ini, IHSG tinggal selangkah lagi untuk kembali menembus level psikologis penting di 6.000.

Sentimen Positif Booster

Advertisement

Aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing serta rilis data makroekonomi dalam negeri yang solid menjadi bahan bakar utama apresiasi IHSG hari ini. Beberapa faktor kunci yang mendorong penguatan di antaranya:

  • Peluang Pelonggaran Moneter: Melambatnya data ketenagakerjaan AS memicu spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan bersikap lebih longgar, yang memicu aliran dana asing (capital inflow) kembali masuk ke pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.
  • Sentimen Cadangan Devisa: Sentimen positif dari meningkatnya cadangan devisa Indonesia per akhir Juni 2026 memberikan rasa aman bagi investor terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, yang pada hari ini juga ditutup menguat ke Rp17.980 per dolar AS.
  • Sektor Penggerak (Top Gainers): Sektor perbankan (finance) dan infrastruktur menjadi motor utama penopang indeks, dipimpin oleh saham-saham blue-chip yang kembali diburu investor.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, mengemukakan, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa, di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi.

Dari dalam negeri, saham-saham sektor properti mencatatkan kenaikan dengan IDXProperty menguat 3,03 persen, ditambah dua saham Initial Public Offering (IPO) yang mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) juga menopang penguatan indeks.

Seperti dilansir metrotv, selain itu, Ratna menyebut sentimen positif juga datang dari data cadangan devisa (cadev) Juni 2026 yang bertambah menjadi USD145,6 miliar pada Juni 2026 dari sebelumnya USD144,9 miliar pada Mei 2026.

Kemudian, sentimen lainnya yaitu usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 2027.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan risalah rapat The Fed atau Minutes of Meeting FOMC yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu, 8 Juli 2026 waktu AS. Risalah berisi rangkuman detail dari diskusi, proyeksi ekonomi, dan alasan di balik keputusan kebijakan

Advertisement

Proyeksi IHSG Hari Rabu, 8 Juli 2026: Mampukah Tembus 6.000?

Arah pergerakan IHSG untuk perdagangan esok hari, Rabu (8/7/2026), diprediksi masih memiliki ruang untuk melanjutkan momentum kenaikannya (bullish berkelanjutan). Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah kenaikan yang cukup tinggi hari ini.

“Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking,” ujar Ratna.

Secara teknikal, IHSG pada hari Rabu diperkirakan akan bergerak fluktuatif cenderung menguat dalam rentang support di 5.950 dan mencoba menguji resistance psikologis kuat di level 6.020.

Jika sentimen global tetap kondusif dan nilai tukar rupiah mampu mempertahankan posisinya di bawah Rp18.000, peluang IHSG untuk parkir di atas level 6.000 pada esok hari terbuka sangat lebar.

Advertisement

Bagi para trader dan investor, saham-saham di sektor keuangan dan komoditas yang masih memiliki valuasi menarik (undervalued) dapat dipertimbangkan untuk strategi buy on weakness.

Sepuluh Sektor Menguat

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,42 persen.

Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun sebesar 0,54 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu APLN, LAND, NTBK, BIPP, dan RODA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni COCO, TRUS, MMIX, LAPD dan LUCY.

Advertisement

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.658.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,22 miliar lembar saham senilai Rp10,13 triliun. Sebanyak 450 saham naik, 222 saham menurun dan 289 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,04 persen ke 68.315,00, indeks Shanghai melemah 1,26 persen ke 3.990,924, indeks Hang Seng melemah 0,51 persen ke 23.496,89, dan indeks Strait Times menguat 1,43 persen ke 5.335,00. ***

Exit mobile version