Ekonomi
IHSG BEI Selasa 18 Agustus 2026: Ditopang Sektor Energi Menguat ke 6.449, Rabu Bervariasi

Mengawali pekan setelah libur Hari Kemerdekaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peforma positif ditutup menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026). (Foto: Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju kencang di zona hijau pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Mengawali pekan setelah libur Hari Kemerdekaan, indeks domestik ditutup menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,83.
Posisi di penutupan itu membaik dari saat pembukaan perdagangan saham, pagi tadi, ketika IHSG langsung dibuka menguat 46,94 poin atau 0,73 persen ke posisi 6.448,83.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 terpeleset di penutupan sehingga turun 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 631,03 Padahal ketika pembukaan Indeks LQ45 naik 2,83 poin atau 0,45 persen ke posisi 635,11.
Pergerakan IHSG ditopang oleh aksi beli investor pada saham-saham sektor energi dan komoditas, menyusul lonjakan harga minyak mentah dan barang tambang di pasar global. Penguatan ini juga diwarnai oleh aksi net buy investor asing yang memanfaatkan momentum perbaikan sentimen domestik.
Untuk bursa saham regional Asia, penguatan IHSG sejalan dengan indeks Shanghai yang menguat 0,19 persen ke 3.990,18 dan indeks Hang Seng menguat 0,07 persen ke 25.471,85. Sedangkan indeks Nikkei melemah 2,45 persen ke 67.521,00, indeks Kospi melemah 1,55 persen ke 6.869,97, dan indeks Straits Times melemah 1,16 persen ke 5.701,79.
Harapan BI Rate
IHSG ditutup menguat di tengah ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate).
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa penguatan indeks didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026. BI diprediksi akan menahan BI-Rate di level 5,75% seiring dengan inflasi yang terkendali dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
“Penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi bahwa BI-Rate akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen, seiring inflasi yang masih berada dalam target BI serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berada di level Rp17.862 per dolar AS pada Selasa sore,” ujar Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta seperti dilansir Media Indonesia.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2026, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate total sebesar 100 basis poin (bps). Kenaikan tersebut terjadi pada Mei sebesar 50 bps, serta dua kali pada Juni masing-masing sebesar 25 bps. Namun, pada pertemuan Juli 2026, BI memutuskan untuk mulai menahan suku bunga di level 5,75%.
Dari mancanegara, pelaku pasar masih terbebani setelah memudarnya harapan terhadap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan ekspektasi terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan dari kawasan tersebut.
Prediksi Rabu, 19 Agustus 2026
Secara teknikal, laju IHSG berhasil menembus level resistance terdekat dan membentuk pola bullish continuation. Indikator RSI dan MACD menunjukkan potensi penguatan lanjutan, meski pelaku pasar tetap perlu mewaspadai aksi profit taking terbatas.
Untuk perdagangan Rabu (19/8/2026), IHSG diproyeksikan bakal bergerak bervariasi cenderung menguat (mixed to strengthening) pada rentang support di kisaran 6.410 dan resistance di level 6.485.
Untuk perdagangan Rabu (19/8/2026), Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.400–6.500.
Investor disarankan untuk tetap mencermati saham-saham berfundamental kuat di sektor energi dan perbankan.
Sektor Penggerak IHSG
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 419 saham mencatatkan kenaikan, 248 saham melemah, dan 296 saham bergerak stagnan. Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 2.162.000 kali. Total volume perdagangan mencapai 32,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,80 triliun.
Dari sisi sektoral, sepuluh sektor mencatatkan penguatan yang dipimpin oleh sektor energi dengan kenaikan signifikan sebesar 2,24%. Sektor infrastruktur serta transportasi & logistik menyusul dengan kenaikan masing-masing 1,65% dan 1,42%. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang melemah dengan koreksi 0,29%.
Dari data itu maka sektor penggerak IHSG diantaranya:
- Sektor Energi & Pertambangan: Menjadi motor utama penguatan seiring melesatnya harga komoditas global.
- Sektor Keuangan: Saham-saham perbankan big cap turut memberikan dorongan positif bagi indeks pasca rilis kinerja keuangan semesteran yang solid.
- Sektor Industri: Ikut terkerek berkat optimisme ekspansi manufaktur di kuartal III-2026. ***