Ekonomi
IHSG BEI Kamis 9 Juli 2026: Bangkit Menguat 39,07 Poin, Simak Saham yang Menarik Dicermati

Meskipun sempat dibuka melemah namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil bangkit untuk ditutup menguat pada perdagangan saham Kamis (9/7/2026). (Foto AI)
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil bangkit dan parkir di zona hijau pada akhir perdagangan Kamis (9/7/2026). Sentimen positif dari penguatan bursa regional serta aksi beli bersih oleh investor domestik pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) sukses membawa indeks keluar dari tekanan.
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup menguat 39,07 poin atau melonjak 0,67 persen ke level 5.912,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,49 poin atau 0,77 persen ke posisi 587,37.
Padahal pada pembukaan perdagangan, Kamis pagi, IHSG dibuka melemah 7,60 poin atau 0,13 persen ke posisi 5.865,77. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,77 poin atau 0,30 persen ke posisi 581,11.
Baca Juga : IHSG BEI Rabu 8 Juli 2026: Anjlok 1,89 Persen Dipicu 3 Sentimen, Kamis Dibayangi Volatilitas Tinggi
Namun kemudian IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Sepanjang hari, indeks bergerak nyaman di zona hijau dengan batas bawah di 5.885 dan sempat menyentuh level tertinggi di 5.925 menjelang penutupan.
Faktor Pemicu Gairah Pasar
Bangkitnya IHSG di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh beberapa sentimen kunci:
- Peluang Window Dressing Mini & Sektor Finansial: Saham-saham perbankan raksasa (BBCA, BBRI, BMRI) kembali menjadi motor penggerak utama. Investor mulai melakukan akumulasi selektif memanfaatkan momentum harga yang sudah relatif murah setelah koreksi pekan lalu.
- Aksi Korporasi & Laporan Keuangan: Antisipasi rilis laporan keuangan kuartal II-2026 yang diproyeksi tetap solid di sektor komoditas dan konsumer memberikan bahan bakar tambahan bagi para pelaku pasar.
- Sentimen Regional Asia: Mayoritas bursa saham di Asia bergerak menguat hari ini, memberikan angin segar bagi indeks domestik untuk ikut menguat. Di kawasan regional Asia, indeks Nikkei menguat 1,55% dan Shanghai Composite naik 1,65%. Namun, indeks Hang Seng di Hong Kong justru melemah 0,70% di tengah dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif.
Baca Juga : IHSG BEI Selasa 7 Juli 2026: Lompat 1,19% Dekati Level 6.000, Masih Ada Ruang Bullish Berkelanjutan
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, seperti dilansir mediaindonesia, mengemukakan, penguatan IHSG didorong oleh maraknya aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal domestik sepanjang pekan ini. Tercatat sebanyak enam perusahaan melakukan pencatatan saham perdana pekan ini dengan total dana yang terhimpun mencapai Rp1,79 triliun.
Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa lima dari perusahaan yang baru melantai tersebut langsung mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.
“Sentimen domestik cukup kuat di tengah proyeksi Asia Development Bank (ADB) yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di angka 5,2% untuk 2026 dan 2027,” ujar Nico di Jakarta, Kamis.
Meski demikian, kondisi pasar global masih dibayangi ketidakpastian akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam dua hari berturut-turut telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi bahwa suku bunga The Fed akan tetap tinggi hingga akhir tahun 2026.
Baca Juga : IHSG BEI Senin 6 Juli 2026: Sempat Tergelincir tapi Bangkit Menguat, Memburu Level 6.000
Proyeksi IHSG Besok: Jumat, 10 Juli 2026
Memasuki akhir pekan, pergerakan IHSG diproyeksikan akan menguji ketahanan di atas level psikologis 5.900. Peluang penguatan lanjutan masih terbuka, namun pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur sabtu-minggu.
Nico memperkirakan, pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (10/7/2026) cenderung menguat terbatas. “IHSG berpotensi menguat dengan rentang pergerakan di 5.740 hingga 6.000,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan, eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran perlu diwaspadai karena berpotensi memicu volatilitas pasar.
Secara teknikal, indikator Stochastic menunjukkan sinyal golden cross di area jenuh jual, mengindikasikan bahwa tren kenaikan jangka pendek masih bisa berlanjut pada Jumat. Jika sentimen global mendukung dan tekanan jual investor asing mereda, IHSG berpotensi besar melaju menuju target terdekat di level 5.950.
Saham yang Menarik Dicermati: Sektor perbankan, infrastruktur energi, dan saham konsumer yang memiliki fundamental kuat.
Baca Juga : IHSG BEI Jumat 3 Juli 2026: Melonjak 2,28% di Akhir Pekan, Selanjutnya Cermati 3 Sentimen
Rangkuman Perdagangan
Secara sektoral, delapan sektor di BEI bergerak menguat dipimpin oleh sektor barang baku yang naik 2,14%, disusul sektor transportasi & logistik sebesar 1,28%. Sebaliknya, sektor kesehatan mengalami koreksi terdalam hingga 1,40%, diikuti sektor properti dengan penurunan yang sama.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu PRDL, JELI, MMIX, JAST, dan ARTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni JECX, BAPA, BKDP, PBSA dan MEDS.
Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 2.226.000 kali dengan volume 25,69 miliar lembar saham senilai Rp12,07 triliun. Sebanyak 338 saham terpantau naik, 296 saham menurun, dan 330 saham lainnya stagnan. ***
| Indikator Pasar (9 Juli 2026) | Catatan Penutupan | Status |
| Posisi Akhir IHSG | 5.912,44 | Hijau (Zona Penguatan) |
| Kenaikan Poin | +39,07 poin | Menguat |
| Persentase Perubahan | +0,67% | Tren Positif |
| Total Volume Transaksi | 25,69 Miliar Saham | Likuiditas Stabil |