Ekonomi
IHSG BEI Jumat 21 Agustus 2026: Menguat Lagi Didorong Arus Modal Asing, Berpeluang Lanjutkan Reli
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan keperkasaan sehari sebelumnya dengan pergerakan mantap sehingga pada perdagangan Jumat (21/8/2026) mampu tetap bertahan di zona hijau.
IHSG membuka perdagangan bursa Jumat pagi dengan menguat 22,48 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.524,07 untuk mempertahankan posisi tetap di zona hijau sampai sesi pertama. Kemudian IHSG semakin menguat untuk mengakhiri perdagangan akhir pekan di zona hijau. IHSG ditutup menguat 24,10 poin atau 0,37 persen ke level 6.525,69.
Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 pada pembukaan juga naik 2,62 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,36. Kemudian pada penutupan perdagangan, Indeks LQ45 menguat 5,85 poin atau 0,92 persen ke posisi 644,59.
Aksi beli selektif pada saham-saham blue chip dan perbankan besar menjadi penopang utama laju indeks hingga mampu bertahan di atas level psikologis 6.500.
Pergerakan IHSG juga seiring dengan indeks beberapa nenara di kawasan Asia sehingga bursa regional didominasi warna hijau. Indeks Shanghai menguat 0,04 persen ke 3.905,20, indeks Hang Seng menguat 1,21 persen ke 25.008,46, indeks Kospi menguat 0,88 persen ke 6.912,95, dan indeks Strait Times menguat 0,32 persen ke 5.690,08. Namun Indeks Nikkei melemah 0,36 persen ke 66.040,00.
Faktor Penggerak IHSG Hari Ini
- Aksi Beli Saham Perbankan & Konsumer: Saham-saham big caps di sektor keuangan dan konsumer mencatatkan kenaikan yang menjaga ritme penguatan indeks.
- Sentimen Global & Regional: Sikap investor cenderung optimistis namun tetap cermat mengamati pergerakan bursa global menjelang libur akhir pekan.
- Arus Modal Asing: Masuknya aliran dana ke beberapa saham berkapitalisasi besar memberikan dorongan likuiditas pada penutupan perdagangan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim seperti dilansir Metrotv mengatakan, dukungan domestik membuat IHSG perkasa. Dari dalam negeri, BEI berencana mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari saat ini sebesar Rp50 menjadi Rp1 per saham.
BEI juga berencana menghapus dua kriteria Papan Pemantauan Khusus, yaitu kriteria (1) mengenai saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51 dan memiliki likuiditas rendah dalam tiga bulan terakhir, serta kriteria (11.2) terkait emiten yang tidak lagi memenuhi kriteria Papan Pemantauan Khusus lainnya, tetapi harga sahamnya belum mencapai Rp50.
Selain itu BEI berencana menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection. Untuk auto rejection bawah (ARB), saham dengan harga Rp 1-10 akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Saham pada rentang harga Rp11–200, Rp 201–5000, dan di atas Rp5000 akan memiliki ARB sebesar 15 persen.
Untuk auto rejection atas (ARA), saham dengan harga Rp 1-10 akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Sedangkan saham pada rentang Rp11-200 akan memiliki ARA sebesar 35 persen, saham rentang Rp201-5000 sebesar 25 persen, dan saham di atas Rp5000 sebesar 20 persen.
Perubahan aturan tersebut akan diuji coba bersama Anggota Bursa (AB) pada 22 dan 29 Agustus 2026, dan BEI menargetkan perubahan tersebut mulai diimplementasikan pada 7 September 2026.
Dari mancanegara, yield US-Treasury kembali naik meskipun terdapat rencana operasi pembelian kembali (buyback) obligasi dengan skala besar yang dilakukan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).
U.S. 10-year Bond Yield mengalami kenaikan lebih dari 5 basis poin (bps) ke level 4.704 persen pada Kamis, 20 Agustus 2026. Untuk yield US-Treasury dengan tenor 30 tahun juga naik 5 bps ke level 5.248 persen.
Ratna mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan akan menanggung biaya pinjaman yang tinggi
“Selain itu, juga akan berpengaruh terhadap penurunan laba perusahaan jika kenaikan yield berlangsung lama, sehingga menghambat laju indeks bursa saham yang sedang bullish,” ujar Ratna.
Prediksi Senin, 24 Agustus 2026
Memasuki awal pekan depan, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas.
- Level Support:480 – 6.500
- Level Resistance:550 – 6.580
Peluang kelanjutan reli akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi domestik serta arah pergerakan bursa Wall Street sepanjang akhir pekan. Jika mampu bertahan di atas level support 6.500, indeks berpeluang menguji rentang resistance berikutnya.
Rekomendasi Strategi untuk Investor
- Trading Jangka Pendek: Lakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat yang baru memulai fase breakout.
- Manajemen Risiko: Disiplin menerapkan batas stop-loss untuk mengantisipasi aksi profit taking di awal pekan.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Berdasarkan data RTI, IHSG sore naik 24,105 poin atau setara 0,37 persen ke posisi 6.525,690. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 6.524. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 6.507 dan tertinggi di posisi 6.551.
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 58,088 miliar senilai Rp17,421 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.473,330 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.256.683 kali.
Sore ini, tercatat sebanyak 319 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 294 saham melemah, dan 178 saham lainnya stagnan. ***
