Ekonomi

IHSG BEI Jumat 14 Agutus 2026: Kado Hari Kemerdekaan, Melesat Tembus 6.400, Berpeluang Lanjutkan Penguatan Terbatas

Published

on

Pidato kenegeraan dan penyampaian RAPBN 2027 Presiden Prabowo Subianto memicu kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga melesat menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026). (Foto: Istimewa)

Pidato kenegeraan dan penyampaian RAPBN 2027 Presiden Prabowo Subianto memicu kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga melesat menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA:  Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kado manis untuk Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 Tahun dengan performa cemerlang pada perdagangan Jumat (14/8/2026), lewat  penguatan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pasar saham Indonesia mengakhiri perdagangan pekan dengan IHSG ditutup melonjak signifikan 100,12 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.401,89.

Penguatan melesat ini membawa IHSG kembali menembus level psikologis 6.400 sekaligus memberikan kado manis bagi para investor menjelang long weekend peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Perkasanya IHSG dipicu oleh respon positif  pelaku pasar terhadap target disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada pidato kenegaraan dan Rancangan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2027, pada sidang tahun bersama MPR, DPR dan DPD RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Padahal pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG tampil mengkhawatirkan setelah dibuka melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59. Melemah juga  kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62.

Advertisement

Namun setelah pidato kenegaraan Presiden, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Menguat  juga kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 dengan naik 5,12 poin atau 0,82 persen ke posisi 632,28.

Penampilan signifikan IHSG sejalan dengan tren penguatan bursa saham regional Asia. Bursa saham Asia menghijau setelah  indeks Nikkei menguat 0,62% ke 68.732,00, indeks Shanghai menguat 0,01% ke 3.927,18, indeks Hang Seng menguat 1,10% ke 25.116,85, indeks Kospi menguat 2,42% ke 6.977,97, dan indeks Straits Times menguat 0,14% ke 5.727,79.

Faktor Utama Pendorong Rebound

Lonjakan tajam indeks saham domestik pada penutupan pekan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri:

  • Sinyal Positif Pidato RAPBN 2027: Sikap optimistis pelaku pasar merespons penyampaian Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) oleh Pemerintah di DPR RI. Asumsi makro yang terjaga memberikan kepercayaan diri terhadap prospek bisnis nasional.
  • Wall Street dan Bursa Asia Bergairah: Meredanya laju inflasi produsen di Amerika Serikat memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan bersikap lebih longgar (dovish) terkait suku bunga. Kebijakan ini menyuntikkan gairah ke pasar saham global dan regional Asia.
  • Aksi Rebound & Akumulasi Saham Big Caps: Investor domestik maupun global memanfaatkan momentum terkoreksinya harga saham-saham unggulan (blue chip) pada hari sebelumnya untuk kembali melakukan aksi beli (bargain hunting).

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus seperti dilansir Media Indonesia, terdapat laporan yang menarik dalam pidato Presiden Prabowo yang mana pemerintah menargetkan untuk mempersempit defisit anggaran pada 2027, setelah adanya pengeluaran yang cukup besar untuk menjalankan program-program prioritas pada tahun ini.

“Defisit yang menyempit, ditambah adanya ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 6%, tentu memenuhi ekspektasi harapan pelaku pasar dan investor,” ujar Nico Demus alias Nico, Jumat.

Advertisement

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68% terhadap PDB. Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.

“Hal ini yang membuat IHSG pada akhirnya mampu ditutup menguat 1,59%, yang mana ini juga harapan dari pelaku pasar dan investor asing yang khawatir terhadap disiplin fiskal kita. Menariknya, Pak Prabowo  juga mengatakan bahwa disiplin fiskal harus ada dalam setiap rupiah yang dibelanjakan,” ujar Nico.

Kemudian, belanja negara pada 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.

Sementara, inflasi pada 2027 akan dijaga pada kisaran 2,5%, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan 6,9%, serta nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar AS per barel, lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

Advertisement

Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan pada 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5%, dibandingkan target APBN 2026 yang sebesar 6,5 sampai 7,5%.

Adapun tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87%, turun dari 4,44 sampai 4,96% di tahun 2026. Selain itu, rasio gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 sampai 0,367 dari target tahun ini 0,377 sampai 0,380, serta indeks modal manusia meningkat menjadi 0,575.

Proyeksi & Prediksi Selasa, 18 Agustus 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan diliburkan pada Senin, 17 Agustus 2026, dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan RI. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Pasca-libur nasional, IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan pola penguatan terbatas dengan rentang pergerakan teknikal sebagai berikut:

Advertisement
  • Area Support:320 – 6.370
  • Area Resistance:425 – 6.450

Dilansir Bloomberg Technoz, Riset Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal, Stochastic RSI membentuk golden cross di pivot area, serta terjadi pelebaran histogram positif MACD. Dengan demikian IHSG diperkirakan menguji level 6.450–6.480 pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Senada dengan arah teknikal tersebut, Panin Sekuritas menyematkan IHSG berhasil uji support 6.266 sampai dengan MA50 di level 6.275. Area ini menjadi critical level untuk pergerakan IHSG ke depannya.

“Jika IHSG berhasil bertahan di atas 6.266, maka berpotensi rebound menuju resistance 6.454,” terang Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya.

Di sisi lain, support 6.000–6.029 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG jika tekanan terjadi kembali.

Perlu Dicermati Pekan Depan:

  1. Efek Lanjutan RAPBN 2027: Investor akan mulai membedah sektor-sektor mana saja yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar untuk momentum pertumbuhan 2027.
  2. Kondisi Penguatan Rupiah: Tren positif nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi daya tarik tambahan bagi aliran modal asing (capital inflow) untuk kembali masuk ke pasar saham.
  3. Potensi Profit Taking: Mengingat lonjakan signifikan menjelang libur akhir pekan, pelaku pasar disarankan tetap mewaspadai aksi ambil untung jangka pendek pada saham-saham yang sudah melesat tinggi.

Semua Sektor Menguat

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,6%, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 1,55% dan 1,53%.

Advertisement

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BAIK, BABY, GRPM, DART dan BACH.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.729.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,12 miliar lembar saham senilai Rp12,43 triliun. Sebanyak 354 saham naik, 277 saham menurun dan 332 tidak bergerak nilainya.

Ringkasan Perdagangan Hari Ini

Parameter Pasar Data Perdagangan (Jumat, 14 Agustus 2026)
Posisi Penutupan IHSG 6.401,89
Perubahan Menguat 100,12 Poin (+1,59%)
Nilai Transaksi Rp12,4 Triliun
Saham Paling Kinclong (Top Gainers) TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN
Penggerak Utama Aksi Beli Saham Big Caps & Sektor Energi/Manufaktur

Advertisement
Exit mobile version