Ekonomi
IHSG BEI Hari Rabu 16 September 2026: Sempat Menguat Sebelum Terpeleset Lagi ke 6.436, Bagaimana Besok?
Sempat bergerak optimis pada sesi pagi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) justru berbalik arah sehingga kembali ke zona merah pada penutupan perdagangan, Rabu (16/9/2026). (Foto: AI/Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengakhiri perdagangan di zona merah, Rabu (16/9/2026). Sempat bergerak optimis dan menyentuh level tertinggi harian di 6.535,46 pada sesi pagi, laju indeks justru berbalik arah menjelang penutupan perdagangan.
IHSG ditutup melemah 24,30 poin atau 0,38 persen ke level 6.436,85. Berdasarkan data transaksi bursa, nilai perdagangan mencapai Rp12,26 triliun dengan volume 24,59 miliar saham. Sebanyak 439 saham terkoreksi, menahan laju IHSG meski 2 sector bertahan di zona hijau.
Dua Sektor Bertahan,LQ45 Bervariasi
Tekanan terbesar datang dari sektor infrastruktur yang merosot hingga 1,39 persen. Namun, sektor manufaktur (industrial) menjadi penyangga utama dengan kenaikan 0,91 persen.
Di jajaran saham berkapitalisasi besar (LQ45):
- Top Gainers: PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik +4,09% ke Rp4.830, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) +1,98% ke Rp5.150, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) +1,81% ke Rp7.025.
- Top Losers: PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tertekan -6,57% ke Rp370, disusul PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR) -4,43% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -2,88%.
Prediksi Kamis, 17 September 2026
Koreksi tipis pada perdagangan Rabu mencerminkan sikap wait and see para pelaku pasar menjelang pengumuman kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed).
Untuk perdagangan esok hari, Kamis (17/9/2026), IHSG diproyeksikan akan menguji rentang area teknikal berikut:
| Parameter Teknikal | Rentang Level |
| Support Utama | 6.370 – 6.400 |
| Support Kedua | 6.290 |
| Resistance Utama | 6.490 – 6.500 |
| Resistance Kedua | 6.540 |
Jika IHSG mampu menahan tekanan di atas support 6.400 pada awal sesi perdagangan Kamis, terdapat potensi technical rebound untuk menguji kembali area 6.490–6.500. Investor disarankan untuk memprioritaskan strategi Buy on Weakness pada saham-saham konsumer non-siklikal dan pertambangan yang didukung fundamental kokoh. ***
