Ekonomi

Emas Berjangka Menguat, Minyak Melemah karena Aksi Perlawanan Hongaria

Published

on

Data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan mengangkat ikut emas berjangka menguat dan ketidakkompakan UE membuat minyak melemah

FAKTUAL-INDONESIA: Jatuhnya dolar Amerika Serikat di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan mengangkat emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin atau Selasa (17/5/2022) pagi WIB.

Sementara itu upaya Uni Eropa untuk memberlakukan larangan impor minyak Rusia yang mendapat perlawanan dari negara anggotanya, Hongaria, berdampak harga minyak dibuka lebih Berdasarkan pantauan dari media antaranews.com, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,8 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 1.814,00 dolar AS per ounce. Emas bangkit setelah tergelincir di bawah level 1.800 dolar AS pada awal sesi.

Emas berjangka jatuh 16,4 dolar AS atau 0,9 persen menjadi 1.808,20 dolar AS pada Jumat (13/5/2022), setelah anjlok 29,10 dolar AS atau 1,57 persen menjadi 1.824,60 dolar AS pada Kamis (12/5/2022), dan terangkat 12,7 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.853,70 dolar AS pada Rabu (11/5/2022).

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,36 persen menjadi 104,1870.

Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York yang baru dirilis, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, anjlok 36,2 poin menjadi negatif 11,6 pada Mei. Data ekonomi yang mengecewakan mendukung emas.

“Logam kuning sangat rentan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar yang lebih kuat baru-baru ini, karena bank sentral dipaksa untuk melakukan tindakan yang jauh lebih agresif,” kata seorang analis.

Advertisement

Dengan dolar tetap menjadi favorit yang aman dan tekanan yang meningkat pada bank sentral untuk mengatasi inflasi, emas bisa tetap tidak disukai untuk sementara waktu, tambahnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 55 sen atau 2,62 persen, menjadi ditutup pada 21,551 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,4 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 925,3 dolar AS per ounce.

Minyak Melemah

Harga minyak dibuka lebih rendah di awal perdagangan Asia pada Selasa, setelah upaya Uni Eropa untuk memberlakukan larangan impor minyak Rusia, sebuah langkah yang akan memperketat pasokan global, mendapat perlawanan dari negara anggota Hongaria.

Masih seperti dipantau dari media antaranews.com, minyak mentah berjangka Brent turun 35 sen atau 0,3 persen, menjadi diperdagangkan di 113,89 dolar AS per barel pada pukul 00.04 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh 52 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 113,68 dolar AS per barel.

Advertisement

Para menteri luar negeri Uni Eropa gagal pada Senin (16/5/2022) dalam upaya mereka untuk menekan Budapest agar mencabut vetonya atas embargo minyak yang diusulkan terhadap Rusia menyusul invasi negara itu ke Ukraina. Embargo akan membutuhkan persetujuan dari semua negara Uni Eropa.

Di sisi permintaan, data dari China menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu memproses minyak mentah 11 persen lebih sedikit pada April dibandingkan tahun sebelumnya di tengah penguncian ketat COVID-19, dengan throughput harian turun ke level terendah sejak Maret 2020 karena kilang memangkas operasi di tengah konsumsi lebih lemah.

Sementara permintaan China turun, di Amerika Serikat produsen meningkatkan produksi untuk mengisi kembali persediaan yang telah berkurang setelah perang Rusia di Ukraina – yang disebut Moskow “operasi militer khusus” – dan pemulihan dari pandemi virus corona.

Produksi minyak di Permian di Texas dan New Mexico, cekungan minyak serpih terbesar AS, akan naik 88.000 barel per hari (bph) ke rekor 5,219 juta barel per hari pada Juni, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan produktivitasnya pada Senin (16/5/2022).

Persediaan dalam Cadangan Minyak Strategis AS (SPR) turun menjadi 538 juta barel, terendah sejak 1987, data dari Departemen Energi AS menunjukkan pada Senin (16/5/2022). ***

Advertisement
Exit mobile version