Ekonomi
Bencana Negeriku: 4.000 Lebih Nasabah PNM Mekar Terkena Dampak Banjir Bandang Lahar Dingin Sumbar

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui PNM Peduli bergerak cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan lahar dingin di Sumatera Barat
FAKTUAL INDONESIA: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) turut merasakan kesedihan dan duka mendalam atas bencana banjir bandang dan lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar).
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, khususnya terhadap daerah di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang merasakan dampak paling besar dari bencana banjir bandang dan lahar dingin di Sumbar itu.
Apalagi, kata Arief Mulyadi, lebih dari 4.000 nasabah PNM Mekaar terkena dampak langsung bencana banjir bandang dan lahar dingin di Sumbar.
PNM melalui PNM Peduli bergerak cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan lahar dingin itu.
Arief Mulyadi mengatakan saat ini pihaknya terus mendata jumlah nasabah PNM Mekar yang terkena dampak langsung bencana di tiga wilayah utama terdampak bencana.
“Kami sedang melakukan pendataan terhadap jumlah nasabah kami yang terkena dampak bencana. Sampai dengan hari ini jumlah nasabah kami di tiga wilayah yakni di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota sudah lebih dari 4.000 nasabah PNM Mekaar terkena dampak langsung musibah ini,” ujar Arief.
Seperti dipantau dari laporan media online seperti yang dilansir antaranews.com, Arief juga menjelaskan jika PNM bergerak cepat dalam memberikan bantuan, sambil terus mendata seberapa banyak nasabah dan masyarakat yang menjadi korban bencana di Sumatera Barat.
“Tentu kita tidak dapat menunggu data harus lengkap terlebih dulu, karena untuk bantuan sifatnya urgent, sambil kita data kita berikan bantuan tahap pertama. Kita akan selalu monitor perkembangannya setiap saat,” tambah Arief.
Aksi peduli bencana ini juga didukung oleh seluruh karyawan PNM dengan membuka donasi melalui PNM DIGI yang dimulai dari tanggal 13-17 Mei 2024.
“Kami keluarga besar PNM tentu sangat merasakan kesedihan yang dirasakan korban bencana dan kami berdoa semoga musibah ini segera berakhir dan dampaknya segera kita atasi bersama-sama,” pungkasnya. ***











