Ekonomi
Bangkit dari Bencana: Mendag Busan Sampaikan 91% Pasar Rakyat di Sumatra Kembali Bergeliat

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra pada Rabu, (18/2/2026) di Gedung DPR RI, Jakarta. (Kemendag)
FAKTUAL INDONESIA: Kabar baik datang dari upaya pemulihan ekonomi di wilayah Sumatra pascabencana. Menteri Perdagangan, Budi Santoso —yang akrab disapa Mendag Busan — memastikan bahwa denyut nadi ekonomi masyarakat, khususnya di pasar rakyat, kini mulai kembali normal.
Dalam Rapat Koordinasi bersama DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2/2026), Mendag Busan mengungkapkan capaian impresif: 91,75 persen pasar rakyat yang terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh sudah beroperasi kembali. Dari total 194 pasar yang sempat terdampak, 178 di antaranya sudah kembali melayani pembeli.
Baca Juga : Target Transaksi Rp119 Triliun, Wamendag Roro Ungkap Friday Mubarak Kunci Stabilitas Ekonomi Saat Lebaran.
“Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal. Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh,” tegas Mendag Busan di hadapan anggota dewan.
Meski demikian, tantangan masih tersisa di wilayah Aceh, di mana mayoritas pasar yang belum pulih masih dalam tahap pengerjaan intensif. Sementara itu, sektor ritel modern justru melaju lebih cepat; tercatat 96 persen gerai swalayan sudah buka kembali dan ditargetkan pulih total pada akhir bulan ini.
Baca Juga : Business Networking dengan 7 Negara, Wamendag Roro: Jembatan Strategis Pelaku Usaha untuk Menembus Pasar Dunia
Langkah Cepat di Balik Layar
Keberhasilan ini bukan sulap. Kemendag melakukan serangkaian aksi “jemput bola” untuk mempercepat pemulihan, di antaranya:
* Aksi Bersih Pasar: Kolaborasi lintas lembaga untuk membersihkan puing dan lumpur.
* Tenda Darurat: Penyaluran 100 unit tenda agar pedagang bisa langsung berjualan tanpa menunggu gedung permanen selesai.
* Pendataan JITUPASNA: Bekerja sama dengan BNPB untuk memastikan anggaran revitalisasi tepat sasaran.
Baca Juga : Wamendag Roro Terima Delegasi HKTDC, Bahas Pebingkatan Penetrasi Ekspor UMKM Indonesia ke Hong Kong
Harga Bapok Stabil
Selain infrastruktur, stabilitas harga pangan menjadi fokus utama. Di Sumatra Utara, harga barang kebutuhan pokok (bapok) dilaporkan stabil, bahkan di bawah rata-rata nasional. Produk MINYAKITA pun terpantau masih dijual sesuai HET, menjaga napas daya beli warga tetap lega.
Menjelang Ramadan, Mendag juga memberikan perhatian khusus pada Sumatra Barat. Meski harga stabil, potensi kenaikan harga komoditas seperti cabai, daging ayam, dan daging sapi terus diantisipasi.
“Kami memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Bulog. Stok harus aman, distribusi tidak boleh terhambat agar masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan tenang,” pungkasnya. ***