Ekonomi
Amerika – China Bersepakat, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat, Emas Antam Naik Turun

Kesepakatan Amerika Serikat dan China soal tarif mempengaruhi nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/5/2025), sementara emas PT Aneka Tambang (Antam) ada naik ada pula turun
FAKTUAL INDONESIA: Amerika Serikat (AS) dan China bersepakat menurunkan tarif perdagangan, nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menguat.
Kurs rupiah terhadap dolar Amerika dan IHSG BEI ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/5/2025) sore.
Sementara itu harga emas PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, terpantau naik tipis dan turun dalam laman Logam Mulia dan Pegadaian.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta menguat sebesar 66 poin atau 0,39 persen menjadi Rp16.562 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.627 per dolar AS
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu justru melemah ke level Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.532 per dolar AS.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai nilai tukar (kurs) rupiah menguat dipengaruhi kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan China dalam menurunkan tarif perdagangan yang dikenakan satu sama lain dalam rangka meredakan kekhawatiran resesi global.
Kebijakan tersebut yang diputuskan dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, mulai berlaku pada hari ini.
Baca Juga : Kurs Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat, Emas Antam Masih Menurun
“AS akan mengurangi tarifnya terhadap Beijing dari 145 persen menjadi 30 persen, sementara Tiongkok akan menurunkan tarif pembalasannya dari 125 persen menjadi 10 persen, keduanya selama 90 hari. AS juga akan menurunkan tarif pada produk bernilai rendah yang diimpor dari Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Perkembangan ini dinilai memberikan kelonggaran bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menyesuaikan suku bunga, sembari tetap memantau proses negosiasi tarif lebih lanjut.
Dalam pertemuan terakhir mereka, lanjut dia, pejabat The Fed tampaknya cenderung menunggu tanda-tanda yang jelas dari kemerosotan ekonomi sebelum memangkas suku bunga.
Di sisi lain, rupiah menguat karena data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Secara month to month (MoM), inflasi inti dan inflasi umum AS naik 0,2 persen dari perkiraan 0.3 persen. Adapun inflasi umum year on year (YoY) naik 2,3 persen dari perkiraan 2,4 persen.
Menguat 147,08 Poin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring terjalinnya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.
IHSG ditutup menguat 147,08 poin atau 2,15 persen ke posisi 6.979,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 21,71 poin atau 2,84 persen ke posisi 787,08.
“Bursa regional Asia bergerak variasi yang dipicu meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China seputar perdagangan global, setelah AS dan China sepakat untuk menurunkan tarif selama periode 90 hari, serta terkait pemangkasan suku bunga acuan The Fed,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, pelaku pasar masih melihat adanya ketidakpastian atas hasil kesepakatan antara AS dengan China, dengan negosiasi lebih lanjut diharapkan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menyampaikan Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2025 tercatat sebesar 248,3 atau tumbuh 5,5 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2025 sebesar 2,0 persen (yoy).
Baca Juga : Penutupan Perdagangan Akhir Bulan, Rupiah dan IHSG BEI Menguat, Emas Antam Turun Tipis
Kenaikan IPR memberikan implikasi sebagai indikator positif bagi perekonomian, dan menunjukkan bahwa sektor ritel mungkin mengalami pemulihan atau pertumbuhan yang stabil, hal ini seiring peningkatan kepercayaan konsumen dan aktivitas belanja.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang menguat sebesar 3,07 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing naik sebesar 2,54 persen dan 2,11 persen.
Sedangkan, dua sektor menurun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus sebesar 0,09 persen, diikuti oleh sektor barang kesehatan yang turun sebesar 0,08 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBSS, FITT, TGUK, AKSI dan FIRE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KBLV, DKHH, SKBM, AMAG dan TPMS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.499.370 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,01 miliar lembar saham senilai Rp17,95 triliun. Sebanyak 418 saham naik 218 saham menurun, dan 166 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 55,13 poin atau 0,14 persen ke 38,128,13, indeks Shanghai menguat 29,08 poin atau 0,86 persen ke 3.403,95, indeks Kuala Lumpur menguat 1,12 poin atau 0,07 persen ke 1.583,51, dan indeks Strait Times melemah 12,40 poin atau 0,32 persen ke 3.865,65.
Baca Juga : Seiring Sejalan, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat, Emas Antam Naik
Emas Antam Naik Tipis
Sementara itu harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Rabu (14/5) naik tipis Rp2.000 menjadi Rp1.886.000 dari semula Rp1.884.000 per gram.
Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.734.000 per gram.
Namun dikutip dari laman resmi Pegadaian, Rabu (14/5/2025) harga emas menunjukkan tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24 yang mengalami penurunan harga jual dalam dua hari beruntun.
Emas Antam turun Rp22.000 dari semula Rp1.980.000 per gram menjadi Rp1.958.000. Begitu pula emas Galeri24 turut turun Rp22.000 menjadi Rp1.880.000 yang pada awalnya Rp1.902.000 per gram.
Sementara emas buatan UBS turun Rp15.000 ke angka Rp1.914.000 dari semula Rp1.929.000 per gram.
Emas buatan Antam dan Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. ***