Ekonomi

AKI Terbuka untuk WNI Berusia 17 Tahun, Menparekraf Sandiaga: Tahun 2024 Digelar di 12 Kota

Published

on

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, tahun ini AKI 2024 akan melibatkan tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni Kuliner, Kriya, Fesyen, Aplikasi, Musik, Film, serta Game

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, tahun ini AKI 2024 akan melibatkan tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni Kuliner, Kriya, Fesyen, Aplikasi, Musik, Film, serta Game

FAKTUAL INDONESIA: Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) yang merupakan program tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) untuk mendorong penguatan pelaku ekraf nasional, terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) minimal berusia 17 tahun.

Selain berusia minimal 17 tahun, untuk WNI yang akan ikut serta AKI harus memiliki KTP dan NPWP serta  berdomisili di Indonesia.

Juga ada beberapa kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh calon peserta tergantung pada subsektor yang dipilih WNI dalam mengikuti AKI.

Bagi WNI yang akan mendaftar menjadi peserta AKI tidak dipungut biaya alias  tanpa biaya pendaftaran.

Dikutip dari laman kemenparekraf.go.id, Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/3/2024), mengatakan AKI 2024 akan diselenggarakan di 12 Kota di Indonesia yaitu Toba, Tanjung Pinang, Singkawang, Bekasi, Serang, Magelang, Blitar, Denpasar, Labuan Bajo, Palu, Ternate, dan Merauke.

Advertisement

“Tahun ini AKI 2024 akan melibatkan tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni Kuliner, Kriya, Fesyen, Aplikasi, Musik, Film, serta Game,” kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga mengungkapkan, AKI adalah program tahunan Kemenparekraf yang bertujuan sebagai wadah bagi pelaku ekraf untuk masuk ke dalam ekosistem, membangun jejaring, dan database. “AKI siap menjadi wadah bagi pelaku ekraf untuk masuk ke dalam ekosistem, membangun jejaring dan database, ajang publikasi dan promosi, serta memperluas pasar,” katanya.

Menparekraf Sandiaga menambahkan, program ini diluncurkan bertepatan dengan bulan suci Ramadan yang menjadi momentum meningkatnya industri kreatif di Indonesia. Di mana tren berbelanja di Indonesia selama bulan Ramadan mencerminkan karakteristik unik dari bulan suci tersebut, yang mana umat Muslim berpuasa dan mempersiapkan diri untuk merayakan Idulfitri setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

“Selama Ramadan, ada peningkatan signifikan dalam konsumsi makanan dan minuman, terutama saat waktu berbuka (iftar) dan sahur. Ini mencakup pembelian bahan makanan untuk persiapan sahur dan berbuka, serta pembelian makanan dan minuman khusus yang populer selama bulan Ramadan, seperti kurma, bubur, sirup, dan camilan khas,” ujar Sandiaga.

Selain itu, tren belanja online makin populer di Indonesia, dan tren ini juga terlihat selama bulan Ramadan. Banyak orang yang memanfaatkan platform e-commerce untuk membeli berbagai barang, mulai dari makanan hingga pakaian dan produk kecantikan.

Advertisement

Momen ini bisa digunakan sebagai sarana pemasaran produk-produk kreatif Indonesia dengan mengikuti program AKI. “Kehadiran AKI juga sebagai ajang publikasi dan promosi serta memperluas pasar bagi brand lokal Indonesia,” ujarnya. ***

Exit mobile version