Connect with us

Wisata

Anaknya Cacat karena Insiden di Kenjeran Park Surabaya, Ini Curhat Sang Ayah

Diterbitkan

pada

Water park Kenjeren, Surabaya. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Ayah dari S (17), salah satu anak yang menjadi korban ambrolnya prosotan water park di Kenjeran Surabaya mengaku bingung memberitahu kondisi anaknya yang kini cacat.

Ayah S, AMS (48) mengaku tak menyangka bahwa keriaan di Hari Lebaran itu menjadi musibah, bahkan kini membuat anaknya cacat.

Menurutnya, karena masalah di kedua kaki anaknya, maka ke depan anaknya harus mengenakan kursi roda.

Sementara, AMS mengaku belum berani memberi tahu putrinya soal kabar te diarsebut.

“Sampai sekarang saya belum memberi tahu kondisi tersebut kepada anak saya karena belum siap mental. Kalau dikasih tahu, pasti menangis. Belum lagi lingkungan memengaruhinya,” ujar dia.

Advertisement

AMS mengatakan, kabar tersebut diperolehnya pada Rabu dari dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo, Surabaya.

“Anak saya yang satu ini dikasih kabar cacat permanen karena kedua bagian kakinya yang bermasalah, Insya Allah harus pakai kursi roda,” ucapnya seperti dikutip Kompas, Jumat (13/5/2022).

Kondisi tersebut membuat AMS kepikiran. Dia bingung dan resah dengan masa depan putrinya, khususnya mengenai pendidikan sang anak.

Apalagi, S tahun ini akan lulus dari sekolah menengah pertama (SMP) dan bakal masuk ke sekolah menengah atas (SMA).

Dengan kondisi fisik yang berbeda dari sebelumnya, AMS menilai anaknya bakal memerlukan adaptasi baru, terutama soal mentalnya.

Advertisement

“Musibah ini cukup menguras perasaan dan hati saya, saya hanya memikirkan anak saya ini, bagaimana dengan mentalnya, saya khawatir sekali,” ungkapnya.

Tak hanya S, dua anak AMS lainnya, yakni Z dan SA, juga menjadi korban ambrolnya perosotan Kenjeran Park.

Saat ini, S dan SA masih dirawat di RSUD dr Soetomo, sedangkan Z sudah diperbolehkan pulang. Z merupakan anak bungsu AMS.

Insiden di Kenjeran Park membuat Z patah tangan. Sedangkan SA mengalami patah kaki kiri dan belum bisa digerakkan secara baik.

“SA untuk menggerakan kakinya harus butuh alat bantu,” tuturnya.

Advertisement

Terkait kondisi ketiga anaknya, AMS mengaku sudah menghubungi pihak manajemen Kenjeran Park.

Seperti diketahui, 9 pengunjung Water Park Kenjeran (Kenpark) Surabaya terluka saat prosotan di kolam renang obyek wisata favorit bagi masyarakat Surabaya itu mendadak putus dan ambrol, pada Sabtu (7/5/2022) pukul 13.50 WIB.

Para korban yang seluruhnya anak-anak itu berwisata memanfaatkan sisa liburan pada Lebaran H+5 tersebut. Selama ini, kawasan wisata Kenpark itu menjadi jujugan warga Surabaya yang menginginkan wisata murah meriah di kawasan utara Kota Surabaya.

Menurut Kepala BPBD Kota Surabaya, Ridwan Mubarun, total ada 9 pengunjung yang menjadi korban ambrolnya prosotan kolam renang tersebut. “Seluruh korban di area bagian depan Waterpark sudah mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Dari sembilan anak tersebut, 1 anak mengalami cedera otak dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr Mohamad Soewandhie, 3 anak mengalami patah tulang tangan maupun kaki, sudah dibawa ke rumah sakit yang sama menggunakan ambulance PMI dan Puskesmas.

Advertisement

Sedangkan sisanya 5 anak mengalami luka ringan dan syok. Dari data yang ada, mayoritas korban adalah warga Surabaya meski ada yang berstatus warga luar Surabaya.***

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement