Internasional
Mantap! Singapura Jatuhkan Sanksi Ke Rusia, Kecil-kecil Si Cabe Rawit

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan berbicara selama upacara penandatanganan dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di depan media berita di Departemen Luar Negeri di Washington, AS
FAKTUAL-INDONESIA: Mantap. Singapura menjadi negara pertama anggota ASEAN yang menjatihkan sanksi terhadap Rusia sehubungan dengan invasi negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu terhadap Ukraina.
Langkah Singapura itu menunjukan kekuatan posisi tawar negara yang kecil di Asia Tenggara terhadap Rusia dan juga tentunya dunia.
Kecil-kecil si cabe rawit yang memiliki rasa pedas.
Menurut laporan Reuters, Singapura akan memberlakukan “sanksi dan pembatasan yang sesuai” pada Rusia, kata menteri luar negerinya, Senin, termasuk tindakan perbankan dan keuangan serta kontrol ekspor atas barang-barang yang dapat digunakan sebagai senjata terhadap rakyat Ukraina.
Negara kota kecil itu, pusat keuangan Asia dan pusat pelayaran internasional utama, mematuhi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tetapi jarang mengeluarkan sanksinya sendiri terhadap negara-negara.
“Singapura bermaksud untuk bertindak bersama dengan banyak negara lain yang berpikiran sama untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan yang sesuai terhadap Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan kepada parlemen, menggambarkan invasi Rusia sebagai tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran berat norma-norma internasional.
Dia mengatakan sanksi itu karena “beratnya situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan veto Rusia minggu lalu atas rancangan resolusi Dewan Keamanan.
“Secara khusus, kami akan memberlakukan kontrol ekspor pada barang-barang yang dapat digunakan secara langsung sebagai senjata di Ukraina untuk merugikan atau menaklukkan Ukraina,” katanya.
“Kami juga akan memblokir bank-bank Rusia tertentu dan transaksi keuangan yang terhubung ke Rusia,” tambahnya.
Balakrishnan mengatakan langkah-langkah khusus sedang dikerjakan dan akan diumumkan segera.
Langkah Singapura adalah yang pertama di antara tetangga-tetangga regionalnya dan terlepas dari Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang beranggotakan 10 negara.
Blok tersebut pada hari Sabtu menyerukan de-eskalasi konflik dan untuk dialog dan menghormati hukum internasional dan komitmen PBB. ***










