Connect with us

Kesehatan

Hari Nyamuk Sedunia Diperingati untuk Waspadai Penularan Malaria dan DB

Diterbitkan

pada

Foto: Istimews

FAKTUALid – Malaria dan demam berdarah (DB) kerap disebut-sebut pemicu dua penyakit mematikan itu. Tidak salah, hanya kurang tepat.

Yang betul, nyamuk menjadi perantara penularan penyakit itu. Hal ini berdasarkan hasil riset Sir Ronald Ross.

Dokter dari Inggris itu pada 20 Agutus 1897, menemukan bukti bahwa nyamuk betina bisa menularkan malaria pada manusia.

Untuk mengenang hasil temuan itu, setiap tanggal 20 Agustus diperingati Hari Nyamuk Sedunia.

Penemuan tersebut menjadi sangat berharga, sebab sebelumnya tidak ada yang tahu bahwa nyamuk bisa menjadi perantara penularan penyakit yang membunuh banyak orang. Terutama di negara tropis dan beriklim sedang.

Advertisement

Sejak itu, Hari Nyamuk Sedunia terus diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan malaria. Tak hanya itu, kini Hari Nyamuk Sedunia juga terus diperingati sebagai bagian dari upaya kesadaran pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk lainnya seperti zika dan demam berdarah dengue (DBD).

Selain meningkatkan kesadaran, Anda juga perlu meningkatkan kewaspadaan akan penyakit yang mungkin disebabkan oleh nyamuk. Terlebih di musim hujan yang bisa membuat nyamuk sumber penyakit semakin bersarang. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengusir nyamuk agar anggota keluarga di rumah bisa merasa nyaman terlebih saat harus membatasi mobilitas ke luar rumah akibat pandemi Covid-19.

Ada beragam cara untuk dapat mengusir dan menolak nyamuk di rumah. Mulai dari cara-cara sederhana seperti memasang kelambu atau menjaga kebersihan lingkungan rumah, cara-cara alami seperti penggunaan herbal dan tanaman pengusir nyamuk, atau cara praktis dengan menghindari gigitan nyamuk menggunakan produk yang ampuh usir nyamuk.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement