Internasional
Tragedi Halloween Itaewon 151 Meninggal, Hingga Minggu Pagi Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul mengatakan hingga Minggu pagi ini, informasi dari kepolisian menyebutkan belum diketahui adanya WNI yang menjadi korban tragedi Halloween di Seoul, Korea Selatan
FAKTUAL-INDONESIA: Hingga Minggu (30/10/2022) pagi, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban pada tragedi perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan yang mengakibatkan 151 orang meninggal dunia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul mengatakan hingga Minggu pagi ini, informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa belum diketahui adanya WNI yang menjadi korban.
Dalam keterangan tertulis KBRI Seoul yang diterima di Jakarta, Minggu disebutkan, pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 22.00 waktu setempat telah terjadi peristiwa menyedihkan pada perayaan Halloween di Itaewon yang menimbulkan korban jiwa dan luka, tulisnya.
KBRI Seoul sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggali informasi tentang kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.
Lebih lanjut dalam pantauan media, antaranews.com melaporkan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan masa berkabung nasional pada Minggu setelah perayaan Halloween menewaskan sekitar 151 orang di pusat kehidupan malam yang padat di Seoul.
Presiden menyampaikan rasa belasungkawa bagi para korban dan berharap agar korban luka segara diberikan kesembuhan.
“Ini sungguh tragis,” katanya lewat pernyataan. “Sebuah tragedi sekaligus bencana yang seharusnya tidak terjadi di jantung Kota Seoul tadi malam.”
Kerumunan besar yang merayakan pesta Halloween di distrik populer Itaewon berdesak-desakan di sebuah gang pada Sabtu (29/10) malam, kata tim cepat tanggap, menambahkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan bertambah.
Sebanyak 76 orang lainnya terluka dalam insiden tersebut, kata Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Sung-beom saat konferensi pers di lokasi kejadian.
Sementara itu, 19 orang dari korban luka kini kondisinya kritis dan menjalani perawatan darurat, kata pejabat. ***









